Sunday, September 16, 2012

Aksi Demo PT Topan Printing Indonesia Cibitung Bekasi

Aksi Demo PT Topan Printing Indonesia Cibitung Bekasi



( Foto di ambil pada saat acara pengajian / yasinan bersama karyawan PT Topan Printing Indonesia )

Kami :


1.Serikat Pekerja Percetakan Penerbitan Mass Media Indonesia Serikat Pekerja Seluruh Indonesia / SP PPMI SPSI


2.Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia / SP LEM SPSI + Bapor


3.Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia / SP KEP SPSI


4.Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia / SP RTMM SPSI

5.Serikat Pekerja Kayu Hutan Serikat Pekerja Seluruh Indonasia / SP KAHUT SPSI


6.Serikat Pekerja Tekstil Sandang Kulit Serikat Pekerja Seluruh Indonesia / SP TSK SPSI


7.Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia / FSPMI + Garda Metal


8.Federasi Perjuangan Buruh Jabodetabek / FPBJ


9.Gabungan Solidaritas Perjuangan Buruh / GSPB


10.Forum Komunikasi Informasi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia / FKI KSPSI


11.PROGRESIP - KASBI ( Konggres Aliansi Serikat Buruh Indonesia )


12.Gabungan Serikat Buruh Mandiri / GSBM - KASBI


13.Gabungan Serikat Buruh Independen / GSBI


14.Mahasiswa Universitas Indonesia + UMPAD


15.Lembaga Swadaya Masyarakat / LSM + Masyarakat


16.Lembaga Bantuan Hukum / LBH


17.Lembaga Bantuan Hukum / LBHM


18.Lembaga Informasi Perburuhan Sedane / LIPS


19.Trade Union Right Center / TURC


20.PRM


Mendukung aksi PUK PPMI SPSI PT Topan Printing Indonesia yang berjuang menuntut Managemen untuk :


1.Menghentikan Union Busting


2.Mencabut gugatan pembatalan perjanjian bersama di Pengadilan Negeri Bekasi dan laksanakan isinya


3.Mencabut skorsing dan perkerjakan kembali Ketua Pimpinan Unit Kerja (PUK) dan Bakor

1 comments:

pukspsiyi said...

buruh bersatu tak bisa dikalahkan
salam solidaritas

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | rumah buruh